Headlines News :
Home » » Istiqomah dalam taubat

Istiqomah dalam taubat

Written By Unknown on Selasa, 25 Oktober 2011 | 17.44


Istiqomah dalam taubat

Wahai saudaraku, setiap hari mungkin kita mendengar kata taubat bahkan bisa lebih dari tiga empat kali. Kalau mendengar kata ini , ada sementara orang yang akan langsung ingat pada cabe rawit, karena ada istilah tobat sambel. Pas makan sambel cabe rawit karena kepedesan bilang tobat-tobat eehh besoknya kembali makan lagi …
Kalau diartikan menurut bahasa, arti kata Taubat adalah kembali. Menurut hukum islam, Taubat bisa didefinisikan sebagai kembalikepada Allah(berbuat baik) setelah menjalankan maksiat (perbuatan tercela).
Dalam bertaubat kepada Allah kita bisa mengambil pelajaran dari kisah nabi Adam AS dan Siti Hawa tatkala melakukan larangan Allah memakan buah khuldi yang akhirnya diusir dari surga. Kemudian mereka berdua berkata:
قَالاَ رَبّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخسِرِيْنَ

” keduanya berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami, niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al A’raaf 23)
Dari kisah tersebut kita bisa ambil pelajaran bahwa setelah mereka melakukan dosa ,  mereka bertaubat dengan mengakui dosanya, memohon ampunan dan akhirnya menyesali perbuatannysa tersebut.
Kalau kita punya dosa kepada Allah maka cukup ketiga hal tersebut kita lakukan, Insya Allah taubat kita akan diterima Allah. Lain halnya kalau kita punya dosa kepada manusia, maka kita harus mendatangi orang yang beresangkutan kemudian minta maaf, mohon ridho dan dihalalkan apa yang telah kita lakukan padanya  (Agak sedikit repot yaa).
Agar taubat kita benar-benar taubatan nashuha maka harus dijalankan syarat-syaratnya, yaitu:
1. Menghentikan perbuatan dosa.
2. Berjanji tidak akan melakukanya lagi.
Cara bertaubat:
Permulaan Taubat dalam arti taubat yang harus kita lakukan pertama kali ialah taubat dari semua dosa-dosa besar yang pernah kita lakukan semenjak kita baligh. Kemudian taubat dari dosa-dosa kecil dilanjutkan taubat dari menjalankan hal-hal yang dimakruhkan.
Sudah cukupkah taubat kita…?, ternyata belum karena kita masih perlu bertaubat dari hal-hal sebagai berikut:
sering  lalai dalam sholat sehingga belum sholat kalau waktunya belum mau habis…
sering melakukan hal yang kurang baik semisal makan dengan tangan kiri…. , makan sambil berdiri … (malahan lagi ngetrend standing party)…., lupa membaca bismilah sebelum melakukan pekerjaan-pekerjaan kita dan lain  sebagainya…
sering beranggapan bahwa kita adalah orang yang paling benar dalam berpendapat, orang yang paling baik, orang yang paling pintar… sering merasa bahwa taubat kita adalah yang paling benar…, ibadah adalah yang paling baik dan lain sebagainya…
setelah semua itu ditaubati maka kemudian perlu taubat juga dari setiap gerak/getaran hati yang jauh dari keridhoan Allah..
Nah akhirnya sampailah pada puncak segala taubat yaitu taubat dari kelalaian hati kita dalam sekejab mata bahwa Allah senantiasa menyaksikan kita dimanapun kita berada…
Share this post :

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Aiva Putra Anugrah - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger