
Istiqomah dalam taubat
Kalau diartikan menurut bahasa, arti kata Taubat adalah kembali.
Menurut hukum islam, Taubat bisa didefinisikan sebagai kembalikepada
Allah(berbuat baik) setelah menjalankan maksiat (perbuatan tercela).
Dalam bertaubat kepada Allah kita bisa
mengambil pelajaran dari kisah nabi Adam AS dan Siti Hawa tatkala
melakukan larangan Allah memakan buah khuldi yang akhirnya diusir dari
surga. Kemudian mereka berdua berkata:
قَالاَ رَبّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْلَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخسِرِيْنَ
” keduanya
berkata: “Ya Tuhan Kami, Kami telah Menganiaya diri Kami sendiri, dan
jika Engkau tidak mengampuni Kami dan memberi rahmat kepada Kami,
niscaya pastilah Kami Termasuk orang-orang yang merugi.” (QS Al A’raaf
23)
Dari kisah tersebut kita bisa ambil
pelajaran bahwa setelah mereka melakukan dosa , mereka bertaubat dengan
mengakui dosanya, memohon ampunan dan akhirnya menyesali perbuatannysa
tersebut.
Kalau kita punya dosa kepada Allah maka
cukup ketiga hal tersebut kita lakukan, Insya Allah taubat kita akan
diterima Allah. Lain halnya kalau kita punya dosa kepada manusia, maka
kita harus mendatangi orang yang beresangkutan kemudian minta maaf,
mohon ridho dan dihalalkan apa yang telah kita lakukan padanya (Agak
sedikit repot yaa).
Agar taubat kita benar-benar taubatan nashuha maka harus dijalankan syarat-syaratnya, yaitu:
1. Menghentikan perbuatan dosa.
2. Berjanji tidak akan melakukanya lagi.
Cara bertaubat:
Permulaan Taubat dalam arti taubat yang
harus kita lakukan pertama kali ialah taubat dari semua dosa-dosa besar
yang pernah kita lakukan semenjak kita baligh. Kemudian taubat dari
dosa-dosa kecil dilanjutkan taubat dari menjalankan hal-hal yang
dimakruhkan.
Sudah cukupkah taubat kita…?, ternyata belum karena kita masih perlu bertaubat dari hal-hal sebagai berikut:
sering lalai dalam sholat sehingga belum sholat kalau waktunya belum mau habis…
sering melakukan hal yang kurang baik
semisal makan dengan tangan kiri…. , makan sambil berdiri … (malahan
lagi ngetrend standing party)…., lupa membaca bismilah sebelum melakukan
pekerjaan-pekerjaan kita dan lain sebagainya…
sering beranggapan bahwa kita adalah
orang yang paling benar dalam berpendapat, orang yang paling baik, orang
yang paling pintar… sering merasa bahwa taubat kita adalah yang paling
benar…, ibadah adalah yang paling baik dan lain sebagainya…
setelah semua itu ditaubati maka kemudian perlu taubat juga dari setiap gerak/getaran hati yang jauh dari keridhoan Allah..
Nah akhirnya sampailah pada puncak segala
taubat yaitu taubat dari kelalaian hati kita dalam sekejab mata bahwa
Allah senantiasa menyaksikan kita dimanapun kita berada…
Posting Komentar