
Ghibah ( Mempergunjingkan Orang )
حدثنا يحيى بن أيوب وقتيبة وابن حجر. قالوا: حدثنا إسماعيل عن العلاء، عن أبيه، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ؛
أَنَّ
رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ “أَتَدْرُوْنَ مَا الْغِيْبَةُ؟”
قَالُوْا: اَللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ “ذِكْرُكَ أَخَاكَ بِمَا
يَكْرَهُ” قِيْلَ: أَفَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ فِي أَخِي مَا أَقُوْلُ؟ قَالَ
“إِنْ كَانَ فِيْهِ مَا تَقُوْلُ، فَقَدِ اغْتَبْتَهُ. وَإِنْ لَمْ يَكُنْ
فِيْهِ، فَقَدْ بَهَتَّهَ”.
70 – (2589)
Hadits riwayat Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu,:
Bahwa
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam bersabda: Tahukah kalian apa yang
dinamakan ghibah? Mereka menjawab: “Allah dan RasulNya yang lebih
tahu.” Beliau berkata: “Engkau menyebutkan keadaan saudaramu yang tidak
disukainya” Ada yang bertanya: “Bagaimana pendapat engkau kalau apa yang
aku ucapkan itu benar ada pada saudaraku itu ?” Beliau menjawab: “Kalau
apa yang engkau katakan itu benar ada padanya, maka itu namanya
mempergunjingkan (ghibah). Tetapi kalau apa yang engkau sebut itu tidak
ada padanya maka itu namanya engkau mengadakan kebohongan terhadapnya.”
(Hadits Shahih Muslim : 2589-70)
Posting Komentar