
Larangan Mengutuk (Melaknat)
حدثنا
أبو بكر بن أبي شيبة وزهير بن حرب. جميعا عن ابن علية. قال زهير: حدثنا
إسماعيل بن إبراهيم. حدثنا أيوب عن أبي قلابة، عن أبي المهلب، عَنْ
عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ، قَالَ:
بَيْنَمَا
رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم فِي بَعْضِ أَسْفَارِهِ، وَامْرَأَةٌ
مِنَ اْلأَنْصَارِ عَلَى نَاقَةٍ. فَضَجَرَتْ فَلَعَنَتْهَا. فَسَمِعَ
ذٰلِكَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم. فَقَالَ “خُذُوْا مَا عَلَيْهَا
وَدَعُوْهَا. فَإِنَّهَا مَلْعُوْنَةٌ”.
قَالَ عِمْرَانُ: فَكَأَنِّي أَرَاهَا تَمْشِي فِي النَّاسِ، مَا يَعْرِضُ لَهَا أَحَدٌ.
80 – (2595)
Hadits riwayat Imran binHushein Radhiyallahu’anhu,iaberkata :
Pada suatu
peristiwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam dalam perjalanan, ada
seorang wanita dari kaum Anshar mengendarai unta lalu dia merasa kesal
dan mengutuk unta itu. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam
mendengarnya. Lalu beliau berkata: “Ambillah (turunkanlah) apa yang
diatas unta itu dan tinggalkanlah ia karena ia terkutuk!” Kata Imran:
“Seakan-akan sampai sekarang saya melihat wanita itu berjalan kaki
diantara orang banyak dan tiada seorangpun yang menawarkan kepadanya
(untuk naik unta).”
(Hadits Shahih Muslim : 2595-08)
Posting Komentar