
Melembutkan Perkataan pada orang yang dikhawatirkan kejahatannya
حدثنا
قتيبة بن سعيد وأبو بكر بن أبي شيبة وعمرو الناقد وزهير بن حرب وابن نمير.
كلهم عن ابن عيينة (واللفظ لزهير) قال: حدثنا سفيان (وهو ابن عيينة) عن
ابن المنكدر. سمع عروة بن الزبير يقول: حَدَثَتْنِي عَائِشَةُ؛
أَنَّ
رَجُلاً اِسْتَأْذَنَ عَلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم. فَقَالَ
“اِئْذَنُوْا لَهُ. فَلَبِئْسَ ابْنُ الْعَشِيْرَةِ، أَوْ بِئْسَ رَجُلُ
الْعَشِيْرَةِ” فَلَمَّا دَخَلَ عَلَيْهِ أَلاَنَ لَهُ الْقَوْلَ. قَالَتْ
عَائِشَةُ: فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! قُلْتُ لَهُ الَّذِي قُلْتُ.
ثُمَّ أَلَنْتَ لَهُ الْقَوْلَ؟ قَالَ “يَا عَائِشَةُ! إِنَّ شَرَّ
النَّاسِ مَنْزِلَةً عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، مَنْ وَدَعَهُ،
أَوْ تَرَكَهُ النَّاسُ اِتْقَاءَ فَحْشِهِ”.
73 – (2591)
Hadits riwayat Aisyah Radhiyallahu’anhu:
Bahwa
seorang lelaki minta izin menemui Nabi Shallallahu alaihi wassalam lalu
beliau berkata: Persilakanlah dia masuk! Karena dia itu adalah anak
paling buruk sebuah keluarga atau lelaki paling buruk pada sebuah
keluarga. Ketika lelaki itu masuk, Nabi Shallallahu alaihi wassalam
melembutkan perkataan kepadanya. Aisyah lalu mengatakan: Wahai
Rasulullah! Engkau telah mengatakan tentangnya apa yang telah engkau
katakan tetapi kemudian engkau melembutkan perkataan kepadanya? Beliau
bersabda: Wahai Aisyah! Sesungguhnya orang yang kedudukannya paling
buruk di sisi Allah pada hari kiamat kelak ialah orang yang dijauhi atau
ditinggalkan (dibiarkan) orang lain karena mereka takut akan
kejahatannya
(Hadits Shahih Muslim : 2591-73)
Posting Komentar