
Sholat jama’ dan qoshor
Disunnahkan untuk dawam wudhu (selalu suci dari hadats) dan tidur dalam keadaan suci selama dalam perjalanan. Selain itu hendaklah selalu menjaga sholat lima waktu tepat pada waktunya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam masalah sholat
I. Tentang Jama’ dan Qoshor
Bila
kita menginginkannya, kita boleh menjama’ (melaksanakan dua sholat
wajib dalam satu waktu) dan mengqoshor (meringkas sholat 4 rekaat
menjadi 2 rekaat) sholat kita. Kalau kita bermaksud mengqoshor sholat
maka jangan lupa untuk niat pada saat takbirotul ihrom.
Sholat
yang boleh diqoshor adalah sholat yang 4 rekaat yaitu sholat Dzuhur,
Ashar dan Isya’ sedang sholat Subuh dan Maghrib tidak boleh diqoshor.
Adapun
pasangan sholat yang bisa di jama’ ialah sholat Dzuhur dengan sholat
Ashar dan sholat Maghrib dengan sholat Isya’, sedangkan sholat Subuh
tidak bisa dijama’.
Sholat jama’ terdiri dari 2 macam yaitu:
- Jama’ Taqdim : Sholat jama’ yang dilakukan pada waktu sholat yang awal. Dengan arti lain yaitu mengerjakan sholat Ashar diwaktu sholat Dzuhur dan sholat Isya’ diwaktu sholat Maghrib.
- Jama’ Ta’khir : Sholat jama’ yang dilakukan pada waktu sholat yang akhir. Sholat Dzuhur pada waktu sholat Ashar dan sholat Maghrib pada waktu sholat Isya’.
Untuk
memilih sholat jama’ mana yang akan kita laksanakan, sebaiknya dilihat
dari situasi dan kondisinya. Kalau pada waktu sholat pertama kita sedang
berhenti, maka sebaiknya kita melaksanakan sholat jama’ taqdim dan
sebaliknya apabila kita sedang berjalan pada waktu sholat awal, maka
sebaiknya kita melaksanakan jama’ ta’khir.
Syarat-syarat yang harus dipenuhi unutk menjama’ taqdim:
- Harus diawali dengan sholat yang awal terlebih dahulu (Dzuhur dan Maghrib)
- Harus niat menjama’ taqdim sebelum sholat pertama selesai. Yang paling utama untuk niat jama’ taqdim ialah pada waktu takbirotul ihrom sholat pertama.
- Tidak memisahkan sholat pertama dan kedua dengan sholat sunnah atau dengan perkataan lebih dari 3 kalimat.
Kalau
salah satu syarat dari ketiga syarat diatas tidak terpenuhi, maka jama’
taqdim tersebut batal dan wajib melaksanakan sholat yang kedua tepat
pada waktunya. Terpisahnya sholat pertama dan kedua dengan iqomah,
tayamum atau perkataan sekedar 3 kalimat tidak menyebabkan batalnya
jama’ taqdim.
Untuk
melaksanakan jama’ ta’khir, kita wajib niat mengakhirkan sholat pertama
(menjama’) setelah waktu sholat pertama masuk dan sebelum habis waktu
sholat pertama. Kalau kita lupa niat dan waktunya sudah masuk waktu
sholat kedua, maka kita tidak boleh menjama’ kedua sholat tersebut.
Sholat pertama harus tetap kita laksanakan dan jatuh sebagai sholat
qodho sedang kita tetap berdosa karena kelalaian kita tersebut.
Dalam melaksanakan sholat jama’ ta’khir disunnahkan:
-
- Memulai dengan sholat yang awal terlebih dahulu.
- Tidak memisahkan kedua sholat dengan hal-hal lain.
Memulai sholat dengan sholat kedua dan memisahkan sholat dengan sholat sunnah tidak membatalkan jama’ ta’khir.
Posting Komentar